bg2

Sejarah Penamaan Pulau Tidung .

Radja-Pandita

Nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung, yang artinya tempat berlindung, karena pulau ini sering dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari bajak laut atau perompak,Maka Pulau ini dinamakan Pulau Tidung yaitu pulau untuk tempat berlindung.

Menurut Buku Sedjarah Djakarta, yang terbit tahun 1960 atau 1970-an diceritakan, ketika Fatahillah menyerbu Portugis di Malaka, ia menggunakan pulau-pulau di teluk Jakarta ini sebagai basis mengatur strategi pada zaman dahulu, salah satunya adalah Pulau Tidung.

Cerita lain mengatakan bahwa, pada masa penjajahan Belanda, dimana Pulau Tidung pernah dijadikan pemerintah kolonial Belanda  sebagai tempat pengasingan bagi orang-orang yang dianggap memberontak. Dimana pada era akhir abad 19 pemerintah kolonial Belanda telah mengasingkan beberapa orang dari Kalimantan, dan salah satunya kemudian diketahui bernama Radja Pandita seorang Raja dari suku Tidung  sebuah suku dari Kalimantan Timur yang semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung.

Raja Pandita yang mempunyai nama kecil Raja Kaca. Raja Pandita sendiri adalah Raja yang Karismatik dan Berwibawa, setelah di asingkan belanda Raja Pandita hidup di sebuah Pulau yang di beri nama Pulau Tidung, yaitu suku Tidung dari Kalimantan dimana Raja ini berasal.

Dari sekian waktu lalu lamanya masyarakat Pulau Tidung tidak ada satu orang-pun yang mengetahui bahwa Pandita atau Kaca adalah seorang Raja yang berasal dari Kalimantan Timur, karena selama beliau singgah di Pulau Tidung beliau tidak pernah membawa gelarnya sebagai Raja, beliau hanya di kenal sebagai sebutan kaca. Sampai meninggalnya-pun beliau hanya di kenal sebagai masyarakat biasa yang tidak beda dengan masyarakat lainnya.

Seiring dengan perkembangan wisata Pulau Tidung dan kemajuan teknologi informasi nama Pulau Tidung terdengar di kalangan warga Malinau, keturunan suku Tidung dari Kalimantan Timur. Mengetahui keberadaan sebuah pulau bernama Pulau Tidung di Kepulauan Seribu tersebut, munculah rasa penasaran mereka.

Maka pada tahun 2011 dilakukanlah penelitian dan kunjungan ke Pulau Tidung oleh masyarakat Malinau dengan maksud mencari keterkaitan nama Pulau Tidung dengan nama suku mereka yaitu suku Tidung Kalimantan Timur.

Setelah diadakannya penelitian mendalam dan beberapa kali kunjungan ke Pulau Tidung oleh perwakilan masyarakat, akhirnya terungkaplah kisah yang sangat menarik ini. Dimana telah ditemukannya lokasi makam Rajdja Pandita seorang raja suku tidung Kalimantan yang ditangkap Belanda pada akhir abad 19, dan baru diketahui keberadaanya setelah lebih dari satu abad.

Pada tahun yang sama, dilakukan acara pemindahan makan Raja Pandita dan menggunakan adat kebesaran dan tradisi suku/kerajaan Tidung.Dengan terungkapnya kisah ini, pada akhirnya masyarakat mulai mengetahui bahwa asal usul nama Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, berhubungan erat dengan keberadaan Radja Pandita yang merupakan seorang raja Suku Tidung dari Kalimantan Timur. (RVD)

About the Author

By admin / Administrator, bbp_keymaster

Follow admin
on Oct 19, 2015